SUARA BUNGO – Nama Buyung Sobri, salah satu warga Kampung Marigeh, Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo akhir – akhir ini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat, pasalnya yang bersangkutan diduga telah merentalkan beberapa unit alat berat dan digunakan untuk PETI diwilayah hukum Polsek Rantau Pandan.
Dari beberapa alat berat yang diduga kuat berhubungan dengan Buyung Sobri dan terkesan bebas melakukan aktifitas PETI, salah satunya terpantau di area Pulau Cinto, Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu dengan menggunakan alat berat merek XCMG.
Kepada wartawan, beberapa warga di dusun Sungai Telang menyebutkan, bahwa Buyung Sobri merupakan salah satu bos PETI yang sukses dan terbilang aman dalam melakukan pengrusakan lingkungan menggunakan alat berat diwilayah dusun Sungai Telang.
“Alat XCMG yang ada di Pulau Cinto Dusun Sungai Telang itu milik Buyung Sobri. Selain alat tersebut, infonya masih ada beberapa unit alat lain yang juga aktif beroperasi melakukan penambangan emas ilegal diwilayah Sungai Telang,” tutur beberapa warga dusun Sungai Telang.
Ketika ditanya apakah yang bersangkutan memiliki dukungan atau bekingan dari oknum – oknum APH atau pihak lain, menurut sumber yang dijumpai wartawan, Buyung Sobri diduga mendapat dukungan dari salah satu oknum pejabat di Sungai Telang yang sangat berpengaruh.
“Alat berat yang dirental Buyung Sobri kabarnya ada yang join dengan beberapa pelaku PETI, untuk yang XCMG di Pulau Cinto, infonya juga ada kaitannya dengan salah satu Oknum pejabat dusun di Sungai Telang yang bernama Paris,” bebernya.
Mereka berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) baik dari Polsek Rantau Pandan, Polres Bungo maupun Polda Jambi agar segera bertindak, karena apabila musim hujan datang dikhawatirkan dusun Sungai Telang akan habis dihantam banjir.
“Kami mohon kepada Pak Kapolda Jambi, pak Kapolres Bungo dan pak Kapolsek Rantau Pandan segera bertindak untuk memberantas PETI di wilayah Sungai Telang, karena kami sangat khawatir, pas musim hujan datang dusun Sungai Telang ini akan hanyut, karena hutan-hutan disini sudah habis semua dihantam pemain PETI pak,” pungkasnya. (Tim)










